Pelajaran Yusuf tahu Tuhanlah yang telah mengerjakan segala hal dalam kehidupannya sehingga yang patut dipuji dalam hal itu adalah Tuhan. 6. Penuh belas kasihan. Yusuf berhak membalaskan dendam atas pelakuan saudara-saudaranya, potifar dan penjaga penjara di masa lalu. Tetapi dia memilih untuk memberkati mereka. TafsirSurat Yusuf Ayat 58-61: Kisah Pertemuan Nabi Yusuf dan Para Saudaranya. Seiring berjalannya waktu, Allah menghendaki Nabi Yusuf bertemu dengan saudara-saudaranya yang dahulu mencoba membunuhnya. Namun dengan keadaan yang berbeda. Bila dahulu Nabi Yusuf adalah seorang remaja yang tak berdaya, kini Nabi Yusuf adalah seorang pejabat Mesir. NamaYusuf terulang sebanyak 27 kali dalam Alquran. Kisah Yusuf AS mengajarkan hikmah dan pelajaran berharga sejak kecil. Mulai dari kisah pembuangannya ke sumur oleh saudara-saudaranya yang merasa iri dan cemburu, diselamatkan oleh kafilah dagang, hingga akhirnya menjadi pemimpin hebat di Mesir. Bisadikatakan, Yusuf melakukan apa yang belakangan dilakukan para nabi ketika mereka menyampaikan berita dan penghakiman dari Allah kepada umat-Nya yang tidak taat. Yusuf dengan hati-hati mengatakan kepada saudara-saudaranya, "Dengarkanlah kiranya mimpi yang kudapat ini.". Saudara-saudaranya mengerti maksud mimpi itu, dan mereka sangat Jindan syaiton. by azwin lubis. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Tidak untuk tujuan komersil. by zanariah binti mat isa zana. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Download Download PDF. DanYusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua YusufDan Saudara-saudaranya - Toko Buku Online. Kisah Yusuf, Penafsir Mimpi yang Dijual Saudaranya, Beri Pengampunan Saat jadi Pimpinan Mesir - Tribunmanado.co.id Gambar Gandum - Shefalitayal. Kisah Nabi Yusuf (Bagian Ke-4) : Yusuf Dilempar ke Dalam Sumur. Kejadian 37:1-11: Yusuf dan Saudara-saudaranya - Perikop Alkitab. Yusufmengakhiri beritanya dengan berpesan kepada adiknya, agar merahsiakan apa yang telah ia dengarkan dan jangan sampai diketahui oleh saudara-saudaranya yang lain. Alangkah gembiranya Benyamin mendengar cerita abgnya yang selalu dikenangnya sejak ia hilang meninggalkan rumah bersama-sama saudara-saudaranya berkelah beberapa tahun yang lalu. Yusufdiberikan jubah yang maha indah dari ayahnya, Yakub dan menyebabkan iri hati saudara-saudaranya. Yusuf, tatkala berumur 17 tahun-jadi masih muda-biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan AlQur'an mengabadikan kisah hidup Nabi Yusuf sebagai kisah terbaik yang patut dijadikan suri teladan kita semua. Allah SWT berfirman, "Kami menceritakan kepadamu (Muhammad) kisah yang paling balk dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui." (Q.S. Yusuf [12]: 3 TL(1954) ©. SABDAweb Kej 37:2. Bahwa inilah hikayat Yakub: Maka Yusuf, tatkala umurnya tujuh belas tahun, adalah ia menggembalakan kawan kambing serta dengan segala saudaranya, maka budak itu bersama-sama dengan anak Bilha dan anak Zilpa, kedua gundik bapanya, maka disampaikan Yusuf kabar akan hal kejahatan saudara-saudaranya kepada bapanya. uNhmO. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bencana paceklik yang telah Yusuf terangkan sebagai hasil takwil dari mimpi Sang Raja benar-benar terjadi kini. Hampir seluruh lahan tanam di wilayah Kerajaan Mesir saat ini telah mengalami kekeringan. Sementara itu, sebagian besar cadangan makanan yang dimiliki oleh penduduk juga semakin menipis. Dan kondisi yang demikian juga tak luput terjadi pada keluarga Ya'qub yang merupakan bagian dari penduduk negeri itu. Mendapati cadangan makanan mereka yang semakin menipis, maka keluarga Ya'qub pun berencana untuk pergi ke Ibukota Mesir demi memperoleh bahan makanan dari lumbung pangan yang berada di sana. Untuk memulai rencana mereka ini, maka para putra Ya'qub telah menyusun rencana, yakni menyiapkan beberapa barang berharga yang mereka miliki sebagai barang yang akan ditukar barter dengan bahan makanan tersebut. Usai menyiapkan barang yang akan ditukar itu, para putra Ya'qub tak lupa berpamitan pada bapaknya sebelum mereka pergi menuju ibukota bersama dengan kafilah yang lain. Sesampainya di ibukota, harapan mereka untuk memperoleh bahan makanan ini kian membuncah begitu mereka mendengar kabar dari para penduduk yang berada di sana. Mereka menjadi merasa begitu yakin akan memperoleh apa yang mereka butuhkan itu dalam waktu yang tak berapa lama lagi. Di wilayah itu, mereka begitu mudahnya memperoleh kabar yang sahih dari para penduduk mengenai keberadaan lumbung pangan, tempat dimana mereka yang telah kehabisan bahan makanan itu akan menaruh harapan. Dan begitu mereka terus diarahkan hingga sampai di lokasi lumbung pangan itu, mereka rupanya juga memperoleh sebaik-baiknya pelayanan dari para petugas yang berada di sana. Tampak perhatian mereka begitu total saat melayani para penduduk yang sedang mencari bahan pangan. Diantara mereka tampak beberapa petugas yang tengah mendaftar nama-nama para penukar bahan pangan, daerah asal mereka, anggota keluarga, hingga jumlah yang mereka tukar. Pada kesempatan itu, mereka juga memberi pemahaman kepada penduduk itu mengenai cara untuk menghemat penggunaan bahan makanan, sehingga takkan ada yang terbuang sia-sia kelak. Seluruh aktivitas yang dilakukan oleh para petugas ini tak luput dari pengawasan Yusuf, sehingga begitu jelas dalam pengetahuannya seluruh kabar tentang kinerja mereka maupun keadaan para pihak yang mereka layani. Tak terlewatkan juga dalam pengetahuannya itu kelompok putera Ya'qub yang saat itu sedang mencari bahan makanan di sana. Begitu Yusuf mendengar kabar tentang keberadaan saudara-saudaranya yang telah memasuki kota dari salah seorang petugas, ia pun segera mendatangi dan memperhatikan dengan seksama seluruh perilaku mereka, tanpa sepengetahuan mereka, siapa jati dirinya yang sebenarnya. 1 2 3 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Nabi Yakub, putra Nabi Ishak dan cucu Nabi Ibrahim, adalah seorang pemimpin keluarga yang dipilih oleh Allah SWT. Nabi Yakub mempunyai 12 anak laki-laki. Nabi Yusuf adalah anaknya yang ke-11. Yang bungsu adalah Benyamin. Pada waktu itu Nabi Yusuf sudah berumur 17 tahun. Dari antara semua anaknya yang lain, Nabi Yakub paling sayang kepada Nabi Yusuf. Mengapa? Karena Nabi Yusuf dilahirkan ketika ayahnya sudah tua. Sebagai tanda kasihnya, Nabi Yakub memberikan sebuah jubah yang mewah dan bagus kepada Nabi Yusuf. Setelah kakak-kakak Nabi Yusuf melihat jubah itu dan tahu bahwa ayah mereka lebih sayang kepada Nabi Yusuf, mereka membenci Nabi Yusuf dan tidak mau lagi berbicara baik-baik dengan dia. Pada suatu malam, Nabi Yusuf bermimpi. Pada keesokan harinya ia memberitahukan mimpi itu kepada kakak-kakaknya. Katanya, “Coba dengar! Saya bermimpi kita semua sedang di ladang mengikat gandum, lalu gandum saya berdiri tegak; gandum-gandum kalian mengelilingi gandum saya dan sujud kepada gandum saya.” Kakak-kakak Nabi Yusuf marah sekali. “Kau kira engkau akan menjadi raja dan berkuasa atas kami?” Lalu mereka makin membenci Nabi Yusuf. Kemudian Nabi Yusuf bermimpi lagi. Kali ini ia bercerita kepada ayahnya, selain kepada kakak-kakaknya. “Saya bermimpi lagi, saya lihat matahari, bulan dan sebelas bintang sujud kepada saya.” Nabi Yakub, ayahnya, menegur Nabi Yusuf, “Mimpi apa itu? Kau kira aku, ibumu dan saudara-saudaramu akan sujud menyembah kepadamu?” Kakak-kakak Nabi Yusuf iri hati kepadanya, tetapi ayahnya tetap memikirkan mimpi itu. Pada suatu hari, Nabi Yakub memanggil Nabi Yusuf dan berkata, “Kakak-kakakmu sedang menggembalakan kawanan kambing domba kita, susullah mereka. Lihatlah bagaimana keadaan mereka, lalu kembalilah untuk melapor kepada Ayah.” Jawab Nabi Yusuf, “Baik, Ayah.” Lalu ia berangkat. Ketika Nabi Yusuf hendak mendekati kakak-kakaknya, mereka sudah melihat Nabi Yusuf dari jauh. Mereka sepakat untuk membunuh Nabi Yusuf. Kata mereka, “Lihat, si tukang mimpi itu datang, ayo kita bunuh dia. Kita lemparkan mayatnya ke dalam sumur yang kering ini. Nanti kita katakan kepada Ayah bahwa dia diterkam binatang buas. Kita lihat nanti apa jadinya dengan mimpi-mimpinya itu!” Kakaknya yang paling sulung berkata, “Jangan bunuh dia. Kita lemparkan saja ke dalam sumur yang kering ini.” Ketika Nabi Yusuf sampai kepada kakak-kakaknya, dengan kasar mereka menanggalkan jubah Nabi Yusuf yang sangat bagus itu, lalu mereka menyeret dia dan melemparkannya ke dalam sumur yang mereka sedang makan, tiba-tiba terlihat oleh mereka rombongan kafilah yang sedang dalam perjalanan ke Mesir. Unta-unta mereka bermuatan rempah-rempah dan barang-barang dagangan yang lain. Lalu kata Yuda kepada saudara-saudaranya, “Apa gunanya membunuh adik kita? Mari kita jual dia. Tak usah kita sakiti dia. Bagaimana pun juga dia adik kita sendiri.” Semua setuju, dan Nabi Yusuf pun dijual kepada para kafilah itu seharga 20 keping perak, untuk dijadikan budak. Lalu mereka mengambil jubah Nabi Yusuf dan mencelupkannya ke dalam darah kambing yang sudah disembelih. Jubah berdarah itu dibawa pulang dan ditunjukkan kepada ayah mereka. Mereka berkata, “Jubah ini kami temukan, milik anak Ayahkah ini?” Jawab Nabi Yakub, “Betul, ini jubah anakku! Aduh, Yusuf sudah mati dimakan binatang buas!” Nabi Yakub menyobek pakaiannya karena sedih. Anak-anaknya yang lain mencoba untuk menghiburnya, tetapi ia menjawab, “Aku akan terus meratapi anakku sampai mati.” Tetapi Nabi Yusuf tidak mati. Ia dijual sebagai budak. Ia dibawa oleh kafilah yang membelinya itu. Pertanyaan Siapakah anak Nabi Yakub yang paling dikasihinya? Mengapa kakak-kakak Nabi Yusuf membenci Nabi Yusuf? Apa yang mereka lakukan kepadanya?Bagaimana reaksi Nabi Yakub terhadap berita yang dibawa oleh kakak-kakak Nabi Yusuf? Di manakah Nabi Yusuf sewaktu ayahnya menangisi dia? Komik Alkitab YUSUF DAN SAUDARA-SAUDARANYA Kitab Kejadian pasal 37 ayat 1 sampai 36 Di Kanaan, bapak Yakub punya 12 anak laki-laki. Anaknya yang ke-11 bernama Yusuf Yusuf berumur 17 tahun, Yusuf mempunyai ibu bernama Rahel. Bapak Yakub lebih sayang kepada Yusuf, karena itu bapak Yakub memberi Yusuf sebuah jubah maha indah. Tetapi, saudara-saudara Yusuf merasa iri hati dan benci kepada Yusuf. Yusuf bermimpi berkas-berkas gandum saudaranya mengelilingi dan sujud menyembah berkas Yusuf. Yusuf juga bermimpi tentang matahari, bulan, dan 11 bintang sujud menyembah kepada Yusuf. Suatu hari, bapak Yakub menyuruh Yusuf untuk melihat keadaan saudara-saudaranya. Lalu Yusuf bertemu saudara-saudaranya sedang menggembalakan kambing domba di Dotan. Tiba-tiba saudara-saudara Yusuf yang marah itu mengambil jubah maha indah dari Yusuf. Dan melemparkan Yusuf ke dalam sumur yang kering. Agar perbuatan mereka tidak diketahui, jubah Yusuf dicelup darah kambing. Mereka mengatakan Yusuf mati dimakan binatang buas, lalu bapak Yakub menangis. Saudara-saudara Yusuf menjual Yusuf kepada pedagang Midian sebagai budak. Pedagang Midian itu menjual Yusuf kepada POTIFAR, yaitu kepala pengawal raja Firaun di Mesir. Ayat hafalan Kasihilah seorang akan yang lain Kitab Yohanes 15 17b Apakah Anda mencari gambar tentang Gambar Yusuf Dan Saudara Saudaranya? Terdapat 52 Koleksi Gambar berkaitan dengan Gambar Yusuf Dan Saudara Saudaranya, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.

gambar yusuf dan saudara saudaranya