assalamualaikum wr wb alhamdulillah guyssudah sekian lama kita tidak outdoor dan akhirnya kita sudah memasuki ke transisi new normalkita sudah bisa be Jika Anda lebih menyukai bento versi franchise makanan Jepang seperti Hoka Hoka Bento, ada Takeshi Bento yang menyajikan makanan Jepang dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Beberapa makanan yang dijual di Takeshi Bento adalah Chicken Yakiniku, Beef Teriyaki, dan Chicken Nuggets. Harganya mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 100 Hoka Hoka Bento membuka cabang pertama di Bandung pada 1990, yang kemudian ekspansi ke Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Hendra memutuskan untuk tidak membuka waralaba atau franchise , sehingga seluruh gerai merupakan cabang asli dari Hoka Hoka Bento. Mengenal Lebih Dekat Bisnis Franchise Hoka Hoka Bento – Franchise Hoka Hoka Bento adalah salah satu bisnis franchise makanan terkenal di Indonesia. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1985, Hoka Hoka Bento telah membuka lebih dari 200 gerai di seluruh Indonesia. Franchise Hoka Hoka Bento justru merupakan brand asal perusahaan Indonesia, PT Eka Bogainti. Gerai pertamanya berada di daerah Kebon Kacang, Jakarta dan buka pertama kali pada 1985. Selang 5 tahun sejak buka pertama kali, Hokben telah membuka 27 cabang yang sebagian besar berada di wilayah Jawa Barat. JAKARTA, Lintasbabel.iNews.id - Pemilik restoran ala Jepang, Hoka-Hoka Bento alias Hokben, ternyata bukan orang Jepang. Meskipun nama restoran tersebut identik dengan Negeri Sakura, namun pemiliknya ternyata berdarah Indonesia. Dia adalah Hendra Arifin, pemilik restoran yang mengusung konsep makanan Jepang dan kini semakin menjamur di Tanah Air. Jika Anda melihat logo J.Co, di situ ada simbol merak dan merak identik dengan Indonesia :) HokBen. Banyak yang mengira Hoka Hoka Bento adalah brand dari Jepang. Pasti Anda juga :) Tapi, mari dilihat dulu sejarahnya. HokBen ini awal mula didirikan pada 18 April 1985 oleh Hendra Arifin di bawah PT. Eka Bogainti. Hoka-Hoka Bento pilihannya yang tepat untuk dicoba. S iapa yang tidak mengenal restoran satu ini. Restoran ini menyediakan layanan franchise Hoka Hoka Bento. Simak dan pahami tentang restoran Jepang. Penjelasan Ringkas Mengenai Hoka-Hoka Bento. Hoka-Hoka Bento memang makanan yang digemari banyak kalangan masyarakat Indonesia. JAKARTA, iNewsTasikmalaya.id - Hoka Hoka Bento atau yang kini dikenal dengan nama HokBen merupakan salah satu pelopor restoran cepat saji yang mengusung konsep Sudah hampir dua tahun, PT Eka Bogainti, pemilik jaringan Hoka-Hoka Bento melakukan rebranding, tepatnya pada Oktober 2013. Dari segi nama, brand Hoka-Hoka Bento kini hanya menjadi Hokben. Hal ini didasari atas hasil survei konsumen yang mengatakan lebih sering menyebut Hoka-Hoka Bento dengan akronim HokBen. Find Location : Akses lokasi tidak diberikan izin. HokBen adalah restoran jepang siap saji nomor satu di Indonesia. Hoka Hoka Bento Ciledug, Tangerang: Lihat 11 ulasan objektif tentang Hoka Hoka Bento Ciledug, yang diberi peringkat 3,5 dari 5 di Tripadvisor dan yang diberi peringkat No.247 dari 948 restoran di Tangerang. Sementara untuk upsize, harga cheeseburger menjadi 32 ribu rupiah dan beef burger biasa menjadi 27 ribu rupiah. Dalam wawancaranya, Erik menjelaskan bahwa sebenarnya menu upsize ini hanya untuk komplimen. Jadi untuk orang – orang yang merasa bisa makan dua, karena menurutnya porsi normal saja sudah cukup mengenyangkan. Franchise Leko adalah salah satu bisnis kemitraan restoran iga sapi penyet asal Surabaya. Bahkan, bisa dikatakan bahwa restoran ini merupakan pelopor iga sapi penyet di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2006. Dengan restoran utama bertempat di kota Surabaya, kini Leko atau Warung Leko sudah mempunyai 15 cabang yang tersebar di Jakarta Persaingan dalam bisnis restoran cepat saji terlihat sangat ketat terutama pada restoran seperti KFC, CFC, McDonald, Texas Chicken, Pizza Hut, AW, Hoka- Hoka Bento, dan JCo. Perusahaan-perusahaan tersebut berlomba-lomba untuk menjadi dan memposisikan dirinya menjadi yang terbaik di mata konsumen dan masyarakat luas. qwIcKzP. Hello Apa kabar? Kali ini saya akan membahas tentang franchise Hoka Hoka Bento. Bagi yang belum tahu, Hoka Hoka Bento adalah sebuah restoran cepat saji yang menyajikan makanan Jepang. Restoran ini didirikan pada tahun 1985 dan sejak itu telah memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Hoka Hoka Bento terkenal dengan menu andalannya yaitu bento, yakni makanan yang disajikan dalam sebuah kotak dan terdiri dari nasi, lauk, dan sayuran. Selain itu, restoran ini juga menyajikan berbagai macam makanan Jepang lainnya seperti sushi, ramen, dan masih banyak lagi. Keuntungan Bergabung dengan Franchise Hoka Hoka Bento Bagi yang tertarik untuk membuka usaha restoran, bergabung dengan franchise Hoka Hoka Bento bisa menjadi pilihan yang menarik. Salah satu keuntungan bergabung dengan franchise ini adalah Anda akan mendapatkan dukungan dari pihak Hoka Hoka Bento dalam berbagai aspek seperti pengadaan bahan baku, pelatihan karyawan, dan pengembangan produk. Selain itu, brand Hoka Hoka Bento juga sudah cukup terkenal di Indonesia sehingga memudahkan dalam memasarkan produk. Tak hanya itu, sistem manajemen yang sudah teruji juga dapat membantu dalam mengelola bisnis dengan lebih efektif. Biaya Bergabung dengan Franchise Hoka Hoka Bento Tentu saja, bergabung dengan franchise Hoka Hoka Bento juga memerlukan biaya. Biaya bergabung dengan franchise ini bervariasi tergantung dari jenis usaha yang akan dibuka, lokasi, dan lain sebagainya. Namun, secara umum biaya bergabung dengan franchise Hoka Hoka Bento tergolong terjangkau. Proses Bergabung dengan Franchise Hoka Hoka Bento Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan franchise Hoka Hoka Bento, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Pertama, Anda perlu mengajukan permohonan dengan mengisi formulir yang disediakan. Kemudian, pihak Hoka Hoka Bento akan melakukan seleksi terhadap calon franchisee. Setelah seleksi, Anda akan diundang untuk mengikuti tahap pelatihan yang mencakup pengenalan produk, teknik operasional, dan lain sebagainya. Setelah selesai pelatihan, Anda dapat memulai bisnis restoran Hoka Hoka Bento. Keberhasilan Franchise Hoka Hoka Bento Tidak bisa dipungkiri bahwa Hoka Hoka Bento adalah salah satu franchise makanan yang cukup sukses di Indonesia. Bahkan, Hoka Hoka Bento telah menerima berbagai penghargaan seperti Top Brand Award dan Indonesia Franchise Award. Suksesnya Hoka Hoka Bento tidak lepas dari keunggulan produk yang disajikan. Selain itu, pihak Hoka Hoka Bento juga terus mengembangkan bisnisnya dengan mengikuti tren pasar dan memperbaiki kualitas produk. Hal ini dapat dilihat dari inovasi menu baru yang diluncurkan secara berkala. Tak hanya itu, pelayanan yang ramah dan profesional juga menjadi salah satu faktor kesuksesan Hoka Hoka Bento. Seluruh karyawan Hoka Hoka Bento dilatih untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Bisnis Franchise Hoka Hoka Bento di Tengah Pandemi Seperti banyak bisnis lainnya, Hoka Hoka Bento juga terdampak pandemi COVID-19. Namun, Hoka Hoka Bento berhasil beradaptasi dengan menghadirkan layanan pesan antar dan take-away. Selain itu, Hoka Hoka Bento juga meluncurkan produk baru yaitu bento yang dapat disantap dalam keadaan dingin. Dalam situasi yang sulit ini, Hoka Hoka Bento juga memberikan dukungan kepada para franchisee dengan memberikan diskon biaya royalty dan iuran marketing. Hal ini diharapkan dapat membantu para franchisee untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Menjadi Pelanggan Franchise Hoka Hoka Bento Bagi yang ingin menikmati makanan enak dari Hoka Hoka Bento, Anda dapat mengunjungi cabang-cabang Hoka Hoka Bento yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, Hoka Hoka Bento juga menyediakan layanan pesan antar melalui aplikasi online. Dengan menu yang variatif dan harga yang terjangkau, Hoka Hoka Bento dapat menjadi pilihan yang tepat untuk makan siang atau malam bersama keluarga atau teman-teman. Kesimpulan Franchise Hoka Hoka Bento merupakan salah satu franchise makanan yang sukses di Indonesia. Bergabung dengan franchise ini dapat memberikan keuntungan seperti dukungan dalam berbagai aspek dan sistem manajemen yang teruji. Meskipun terdampak pandemi, Hoka Hoka Bento berhasil beradaptasi dengan menghadirkan layanan pesan antar dan produk baru yang dapat disantap dalam keadaan dingin. Bagi yang ingin menikmati makanan enak dengan harga terjangkau, Hoka Hoka Bento dapat menjadi pilihan yang tepat. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya! Apa itu Bisnis Franchise?Keuntungan Memulai Bisnis FranchiseHoka Hoka Bento Sebagai Bisnis FranchiseBiaya Franchise Hoka Hoka BentoLokasi Usaha Hoka Hoka BentoPeluang Bisnis Franchise Hoka Hoka BentoSimpulanRelated posts Mengenal Lebih Dekat Bisnis Franchise Hoka Hoka Bento – Franchise Hoka Hoka Bento adalah salah satu bisnis franchise makanan terkenal di Indonesia. Sejak pertama kali didirikan pada tahun 1985, Hoka Hoka Bento telah membuka lebih dari 200 gerai di seluruh Indonesia. Bisnis ini terkenal dengan hidangan Jepang-nya yang lezat dan beragam. Selain itu, Hoka Hoka Bento juga menawarkan pengalaman makan yang menyenangkan dengan konsep restoran yang modern dan nyaman. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis franchise, Hoka Hoka Bento bisa menjadi pilihan yang menarik. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang bisnis franchise Hoka Hoka Bento. Apa itu Bisnis Franchise? Bisnis franchise adalah model bisnis di mana seorang pemilik bisnis memberikan hak penggunaan merek dan sistem bisnis-nya kepada pihak lain franchisee untuk menjalankan bisnis yang sama. Franchisee akan membayar biaya lisensi dan royalti kepada pemilik bisnis, dan akan diberikan dukungan untuk memulai dan menjalankan bisnis. Dalam bisnis franchise, bisnis franchisee akan menjual produk dan layanan yang sama dengan bisnis franchisee lainnya. Keuntungan Memulai Bisnis Franchise Bisnis franchise memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan memulai bisnis dari nol. Berikut adalah beberapa keuntungan dari bisnis franchise Merek Terkenal Sebagai franchisee, Anda akan menjual produk dan layanan yang sudah dikenal di masyarakat. Merek yang sudah terkenal akan lebih mudah untuk dipasarkan dan dijual. Sistem Bisnis yang Teruji Sebagai franchisee, Anda akan mendapatkan sistem bisnis yang sudah teruji dan terbukti berhasil. Anda tidak perlu mencoba-coba mencari sistem bisnis yang tepat, karena sistem bisnis franchise sudah diuji dan terbukti berhasil. Dukungan dari Pemilik Bisnis Sebagai franchisee, Anda akan mendapatkan dukungan dari pemilik bisnis dalam hal pelatihan, pengadaan bahan baku, dan dukungan pemasaran. Hal ini akan memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis franchise. Keuntungan Skala Sebagai bagian dari jaringan franchise, Anda akan mendapatkan keuntungan skala dalam hal pengadaan bahan baku dan penjualan produk. Anda akan mendapatkan harga yang lebih baik karena pembelian dalam jumlah besar. Hoka Hoka Bento adalah salah satu bisnis franchise makanan terkenal di Indonesia. Hoka Hoka Bento menawarkan hidangan Jepang yang lezat dan beragam, seperti bento, donburi, ramen, dan masih banyak lagi. Hoka Hoka Bento juga menawarkan pengalaman makan yang menyenangkan dengan konsep restoran yang modern dan nyaman. Sebagai franchisee Hoka Hoka Bento, Anda akan mendapatkan dukungan dari pemilik bisnis dalam hal pelatihan, pengadaan bahan baku, dan dukungan pemasaran. Hoka Hoka Bento juga memiliki sistem bisnis yang sudah teruji dan terbukti berhasil, sehingga Anda tidak perlu mencoba-coba mencari sistem bisnis yang tepat. Selain itu, Hoka Hoka Bento juga memiliki harga bahan baku yang bersaing karena melakukan pembelian dalam jumlah besar. Biaya Franchise Hoka Hoka Bento Untuk memulai bisnis franchise Hoka Hoka Bento, Anda perlu membayar biaya lisensi dan royalti. Biaya lisensi awal adalah sebesar Rp 250 juta, sedangkan royalti yang harus dibayarkan setiap bulan adalah sebesar 5% dari omset. Biaya ini termasuk pelatihan awal, dukungan dalam pengadaan bahan baku dan dukungan pemasaran. Lokasi Usaha Hoka Hoka Bento Lokasi usaha sangat penting dalam bisnis franchise Hoka Hoka Bento. Anda perlu memilih lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh pelanggan. Beberapa tempat yang cocok untuk membuka gerai Hoka Hoka Bento adalah Mal Membuka gerai Hoka Hoka Bento di mal bisa menjadi pilihan yang tepat karena biasanya mal memiliki banyak pengunjung. Selain itu, mal juga menyediakan fasilitas yang memadai seperti parkir dan keamanan. Stasiun Kereta Api Stasiun kereta api adalah tempat strategis karena banyak orang yang melewati stasiun kereta api setiap harinya. Membuka gerai Hoka Hoka Bento di stasiun kereta api juga dapat memberikan pengalaman makan yang praktis bagi pelanggan yang sedang dalam perjalanan. Perkantoran Banyak karyawan yang mencari tempat makan siang yang praktis dan cepat. Membuka gerai Hoka Hoka Bento di perkantoran dapat menjadi pilihan yang tepat karena banyak karyawan yang bekerja di sekitar perkantoran. Area Komersial Area komersial seperti pusat perbelanjaan atau jalan-jalan yang ramai juga dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membuka gerai Hoka Hoka Bento. Banyak orang yang melewati area ini setiap harinya, sehingga potensi pelanggan juga besar. Peluang Bisnis Franchise Hoka Hoka Bento Bisnis franchise Hoka Hoka Bento memiliki peluang yang besar untuk berkembang. Bisnis ini memiliki produk yang disukai oleh banyak orang, serta konsep restoran yang modern dan nyaman. Selain itu, Hoka Hoka Bento juga memiliki jaringan gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga memudahkan franchise untuk memperluas bisnis. Namun, seperti bisnis lainnya, bisnis franchise Hoka Hoka Bento juga memiliki risiko. Persaingan bisnis yang ketat dan perubahan tren konsumen dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis franchise Hoka Hoka Bento. Oleh karena itu, franchisee perlu melakukan riset pasar dan terus mengikuti perkembangan bisnis dan tren konsumen. Simpulan Bisnis franchise Hoka Hoka Bento merupakan pilihan bisnis yang menarik bagi Anda yang ingin memulai bisnis di bidang makanan dan minuman. Hoka Hoka Bento merupakan merek yang sudah terkenal dan memiliki produk yang disukai oleh banyak orang. Dengan memilih bisnis franchise Hoka Hoka Bento, Anda akan mendapatkan dukungan dari franchisor dalam hal pelatihan, pengadaan bahan baku, dan dukungan pemasaran. Selain itu, Anda juga akan memperoleh sistem bisnis yang sudah teruji dan terbukti berhasil. Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung dalam bisnis franchise Hoka Hoka Bento, Anda perlu memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan, baik biaya lisensi maupun royalti yang harus dibayarkan setiap bulan. Anda juga perlu memilih lokasi usaha yang strategis agar bisnis Anda dapat berkembang dengan baik. Meskipun bisnis franchise Hoka Hoka Bento memiliki peluang yang besar untuk berkembang, namun bisnis ini juga memiliki risiko. Persaingan bisnis yang ketat dan perubahan tren konsumen dapat mempengaruhi keberhasilan bisnis franchise Hoka Hoka Bento. Oleh karena itu, franchisee perlu melakukan riset pasar dan terus mengikuti perkembangan bisnis dan tren konsumen. Bagi Anda yang berminat untuk bergabung dalam bisnis franchise Hoka Hoka Bento, Anda dapat menghubungi pihak franchisor untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan, serta dukungan yang akan diberikan. Dengan persiapan yang matang dan usaha yang keras, bisnis franchise Hoka Hoka Bento dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan. 404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Tpis-apa-arti-free-time-dalam-bahasa-indonesia-7016550" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FRANCHISE HOKA- HOKA BENTO INDONESIA Konsep waralaba franchise bukan merupakan konsep yang baru, bahkan merupakan suatu konsep bisnis yang cukup mempunyai sejarah yang panjang jauh ke belakang. Kata franchise diambil dari bahasa Perancis yang artinya kejujuran, bebas, kebebesan, untuk membebaskan lihat definisi franchise. Pada abad pertengahan, awal kemunculan franchising di Eropa ditandai oleh hubungan antara para tuan tanah dan buruh atau budak-budak mereka. Para tuan tanah memberikan hak kepada buruh atau budak untuk mengolah lahan, berburu, menjual hasilnya, atau melakukan bisnis para tuan tanah di lahan tersebut. Isaac M. Singer 1811-1875 menandai munculnya franchise di Amerika dengan bisnis mesin jahitnya. Dia menggunakan franchise untuk menambah jangkauan distribusi pasarnya dengan cepat. Format franchisenhya adalah dengan memberikan hak penjualan mesin jahitnya dan tanggung jawab pelatihan kepada franchisee-nya. Format bisnis franchising, yaitu dengan memberikan lisensi nama atau trademarks dan konsep bisnis kepada franchisee mulai bermunculan dan menjadi booming setelah Perang Dunia II berakhir. Para pelopor franchise di Amerika, diantaranya – John S. Pemberton berhasil mewaralabakan Coca-Cola. – General Motors Industry ditahun 1898 mewaralabakan industri mobil. – Western Union dengan sistem telegraphnya. – McDonald yang merupakan waralaba skala dunia yang paling sukses. Dengan semakin banyak franchise yang bermunculan, kebutuhan akan hukum dan perlindungan terhadap konsumen dibutunkan. Terbentuklah Asosiasi Franchise Internasional International Franchise Association pada tahun 1960 yang anggotanya terdiri dari franchisor, franchisee dan pemasok. Franchise saat ini didominasi oleh franchise tipe rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba format bisnis business format atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba franchisor dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA Kemunculan dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi pada tahun 1950-an menjadi penanda kehadiran sistem waralaba di Indonesia. Kemudian pada tahun 1970-an kehadiran franchise asing semakin mengalir. Masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King merupakan generasi awal franchise di Indonesai. Adanya lisensi franchise plus yang tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi menandakan perkembangan selanjutnya. Sejak tahun 1995, sistem franchise mulai terlihat sangat pesat. Pada tahun 1997 saja Deperindag mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Payung hukum sistem waralaba di Indonesia mulai dibuat dan pada tanggal 18 Juni 1997 dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah PP RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. Namun karena krisis moneter, banyak penerima waralaba asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang sangat anjlok. Butuh waktu 6 tahun, yaitu pada tahun 2003 sampai akhirnya franchise di Indonesia kembali mengalami perkembangan yang dangat pesat. Selanjutnya pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah PP RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang waralaba. == Waralaba di Indonesia == Di [[Indonesia]], sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu ”franchisee” tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya *Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba. *Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba *Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten. *Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. *Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang. Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba ”franchisee” diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui ”master franchise” yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan [[sistem piramida]] atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia, WALI Waralaba & License Indonesia, AFI Asosiasi Franchise Indonesia. Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, Ben WarG Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo Dyandra,Franchise License Expo Indonesia Panorama convex, Info Franchise Expo Neo dan Majalah Franchise Indonesia. Berawal dari sebuah gerai mungil di wilayah Kebon Kacang Raya, Jakarta, Hendra Arifin mengembangkan bisnis resto Hoka Hoka Bento. Kini, resto cepat saji yang membeli hak nama dari Jepang itu mempunyai 99 gerai dengan omzet sekitar Rp 13,85 miliar per tahun. Hendra sebagai pemilik PT Eka Bogainti tertarik mengembangkan resto cepat saji ala Jepang karena pada 1985 konsep itu belum ada di Indonesia. Ia pun melakukan studi banding ke Jepang dan kemudian membeli izin untuk menggunakan merek dan technical assistance Hoka Hoka Bento di Indonesia. “Saat ini, Eka Bogainti memiliki penuh hak cipta atas merek merek Hoka Hoka Bento. Sementara itu, usaha serupa dengan merek sama yang ada di Jepang sudah tidak ada lagi,” kata Hendra saat peluncuran Hokben Delivery Service 500-505 di Jakarta, Kamis 28/5. Awalnya, Hoka Hoka Bento berbisnis makanan take away pesan ambil/ bawa pulang. Konsep take away kemudian diubah menjadi fast food cepat saji, mengadopsi tren cara makan yang praktis dan higienis ala Jepang. ”Layanan semacam itu menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia yang tengah menikmati pembangunan,” ujarnya. Saat ini, Hoka Hoka Bento ditangani generasi kedua, anak dari Hendra Arifin yakni Paulus Arifin yang menjadi direktur operasional PT Eka Bogainti. Menurut Paulus, dampak krisis global membuat pengunjung resto sedikit berkurang sehingga ia menerapkan strategi khusus untuk menarik minat konsumen dengan berbagai menu spesial. Selain itu, efisiensi terus dilakukan tanpa harus melakukan perampingan tenaga kerja. Kini, Hoka Hoka Bento mempekerjakan sekitar tenaga kerja. Pengalaman saat krisis moneter 1998 menjadi pelajaran berharga bagi Hoka Hoka Bento sehingga tetap bertumbuh rata-rata 5-7% per tahun. “Tahun 2009, kami menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10%, memang agak sulit tetapi kalau berusaha keras pasti bisa,” ujarnya. Meskipun 2009 dipenuhi ketidakpastian ekonomi, Hoka Hoka Bento berencana menambah satu gerai. “Untuk menggenapi jadi 100 gerai,” ungkap Hendra. Saat ini, 99 gerai Hoka Hoka Bento tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Malang. Ini salah satu gerai Hok Ben di Nagoya tidak ada kesamaan logo dengan hok ben di Indonesia Paulus memaparkan, untuk membuka gerai baru seluas 150-200 meter persegi di mal kawasan Sudirman, Jakarta, dibutuhkan investasi hampir Rp 1 miliar. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga melakukan revitalisasi fisik gerai serta memperkuat manajemen sumber daya manusia. Hendra menambahkan, Hoka Hoka Bento tidak berencana berekspansi ke sistem waralaba. Upaya mempertahankan kualitas layanan menjadi salah satu alasan untuk tidak merambah ke bisnis waralaba. “Memang menggiurkan tapi kami tidak ingin serakah. Selain itu, bisnis makanan tergantung pada kualitas layanan,” katanya. Untuk meningkatkan pelanggan, Hoka Hoka Bento mengembangkan bisnis pesan antar. Kontribusi penjualan antar-pesan kini mencapai 30-40% dari total penjualan. “Untuk layanan ini, konsumen dikenakan biaya Rp per antar dan tidak ada batas minimum order,” kata Paulus. Secara terpisah, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Wali Amir Karamoy mengimbau, Hoka Hoka Bento berekspansi ke bisnis waralaba untuk menghindari dugaan praktik mendominasi pasar. Menurut dia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU seharusnya menyoroti bisnis-bisnis besar yang menggunakan sistem company own outlet. Dengan memiliki company own outlet , kata dia, resto besar berpotensi menimbulkan praktik persaingan usaha tidak sehat. “Dia bisa saja mendikte si pemasok karena produk yang disuplai akan dijual di banyak gerai. Saya menganjurkan Hoka Hoka Bento diwaralabakan saja sekitar 40%-nya. Toh peminatnya besar dan pasti berkembang pesat,” tutur Amir kepada Investor Daily. Secara terpisah, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan dan Minuman Gapmmi Thomas Darmawan mengatakan, segmen pasar Hoka Hoka Bento yang menyasar keluarga kelas menengah menjadi salah satu nilai tambah. Di sisi lain, kata dia, kampanye Aku Cinta Indonesia yang juga menyasar ke makanan dinilai dapat menjadi saingan baru bagi restoran-restoran cepat saji ala makanan khas luar negeri. Dia memperkirakan, beberapa restoran kelas atas dan menengah bakal banyak tutup pada 2009 akibat tekanan krisis ekonomi. Untuk itu, lanjut dia, sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan saran untuk menghapus pajak makanan di restoran, seperti pajak pertambahan nilai PPN, pajak daerah, dan pajak restoran. “Contohnya, makan shabu-shabu di Indonesia bisa lebih mahal 30-40% dibandingkan Bangkok dengan level restoran yang sekelas. Bahkan, orang kaya juga mulai berpikir makan di restoran sekarang,” kata Thomas kepada Investor Daily. Berdasarkan survei wawancara tatap muka yang dilakukan oleh Nielsen terhadap koresponden di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Makassar, sebanyak 894 koresponden menyatakan pernah makan di luar rumah, sedangkan sisanya belum pernah. Sebanyak 63% mengatakan lebih memilih restoran dengan menu lokal. Sementara itu, survei on line terhadap 510 konsumen di kota yang sama menunjukkan, hingga 59% responden lebih memilih restoran dengan masakan lokal. Sementara itu, sebanyak 17% memilih masakan Tiongkok sebagai alternatif dan 12% memilih masakan Jepang. Sedangkan restoran yang menghidangkan masakan Italia empat persen, masakan Amerika dua persen, Perancis satu persen, dan masakan India satu persen. This entry was posted on November 10, 2009 at 254 am and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

franchise hoka hoka bento di indonesia